I WANT TO MAKE YOU PROUD, BRO

Sebenernya aku pengen menceritakan ini padamu tapi aku rasa saat ini menjauhimu adalah hal yang terbaik. Aku pernah membaca apa yang harus kita lakukan saat ada orang yang benci sama kita? Dan berdasarkan jawaban dari pemilik akun, orang yang sedang membenci kita hanya akan terus menilai buruk kita meskipun kita sedang berbuat baik sekalipun. Dan sebaiknya kita menjauh darinya, bukan untuk memutus silaturahmi tapi untuk saling menjaga perasaan. Daripada dia merasa terganggu dengan kehadiran kita dan kita malah sakit hati dengan sikapnya, lebih baik kita menjaga jarak. Biarkan kita yang mengalah, dan juga tidak lupa saling mendoakan. Hal yang terakhir ini memang hal yang tidak mudah. Membalas keburukan dengan kebaikan. Hanya bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai hati yang luas.

Aku memang tidak terlalu berharap kamu akan membaca karena terakhir kamu baca adalah postingan yang menurutmu merugikanmu. Padahal niatku bukan untuk itu. Mungkin semalam aku sangat marah, terluka dan kecewa sama kamu tapi hari ini ada hal yang bisa mengalahkan perasaan itu semua, entah kamu pernah mengalaminya atau tidak. Rasa marah, terluka dan kecewaku menghilang sejenak karena terhalang oleh rasa sayangku sebagai adik. Ya saat ini aku sangat ingin membuatmu bangga. Aku enggak pernah punya kakak yang seperti kamu dengan segala perhatianmu dulu, tapi meskipun sekarang sudah tidak lagi ada setidaknya aku masih bisa merasakannya. Perasaan ingin membuatmu bangga padaku. Dulu aku pernah bilang, aku pengen kamu bangga sama aku. Dan diri aku yang sekarang ini pengen membuktikan ke kamu. Apalagi ditambah dalam keadaan yang sama sekali tidak kamu beri semangat. Aku masih bisa bertahan.

Bulan April kemarin, aku lagi sibuk-sibuknya nyiapin buat YSC. YSC itu sejenis olimpiade IPA untuk anak SMP/Mts. Kerjaku lebih padat pas deket-deket hari H karena anak-anak ku pada ngumpulin soal-soal mereka. Alhamdulillah H-3 soal udah jadi tinggal diperbanyak. Sebelum itu banyak banget halangan yang ada, kayak ada salah satu mapel yang baru satu kali konsul, ada yang harus dipilih-pilih, tapi alhamdulillah semuanya dapat terlewati. Mungkin H-7 aku sempet mau nangis di kampus karena ada salah satu temenku yang nyeletuk “piye e soal e suwi banget le dadi”. Rasanya pengen nangis karena yang aku rasain saat itu aku juga lagi mengusahakan soal-soalnya, lagi bantuin anak-anakku nyusun semuanya, apalagi ada 3 mapel yang harus disusun. Dan tiba-tiba malah digituin kan ya rasanya ambyar gak karuan. Terus aku mencoba nenangin diri di kamar mandi. Untungnya gak ada setetes air mata yang jatuh saat itu, hanya berlinang di pelupuk mata. Tapi sekarang udah enggakpapa, aku juga enggak nyimpen dendam. Aku mencoba berlapang dada.

Waktu penyisihan berlangsung, aku seneng banget. Selain pesertanya yang bertambah banyak, soal-soalnya juga gak banyak kesalahan. Dibanding tahun lalu, soal tahun ini gak ada revisi sama sekali dalam segi konten. Hal itu karena sebelumnya aku bener-bener bicarakan sama anak-anakku kira-kira konten soal mereka udah bener apa belum. Kalau udah, langsung aku edit dan cetak satu kali terus habis itu diperbanyak. Mungkin ada penempatan halaman yang kebalik untungnya malam sebelum hari H aku cek dulu sehingga pas hari H aku bilang sama yang jaga ruang untuk mengecek penomoran agar enggak salah jawab. Alhamdulillah waktu penyisihan YSC sukses.

Seminggu menuju final YSC aku enggak bisa leyeh-leyeh cantik, karena aku yang bertanggung jawab untuk LKPD, dan demonstrasi serta Penilaian. Aku ngerasa capek tapi juga seneng karena bisa banyak konsultasi sama dosen, bisa punya pengalaman bikin LKPD, bisa tau banyak tentang eksperimen-eksperimen sederhana yang berguna buat aku untuk pembelajaran ke depan. Selama itu aku pergi bolak-balik janjian sama Juri yang juga dosen aku. Jujur aku kewalahan tapi aku juga bingung kalau minta tolong sama yang lain karena takutnya nanti pada enggak paham waktu ditanya juri. Namun aku juga enggak memaksakan diri, aku juga minta tolong sama temen-temen aku yang seangkatan untuk bantuin bikin pengantar di LKPD. Waktu hari H, aku jadi panitia yang super sibuk. Memang di final dominan acara di serahkan ke Tim Soal karena kegiatannya fokus ke final yang terdiri dari praktikum, demonstrasi dan LCC. Aku merasa takut setengah hidup karena LKPD dan demonstrasi belum sepenuhnya sempurna. Ada praktikum yang belum dicoba dan setelah dicoba malah rada gak berhasil, ada demosntrasi yang jawabannya bikin bingung akhirnya revisi di tempat sama juri.

Ketika demonstrasi berlangsung, aku semakin deg-deg an. Gimana enggak pas tau ada demonstrasi yang gak berhasil. Aku merasa enggak enak sama anak-anakku yang mendemosntrasikan tapi memang enggak banyak kok yg gagal. Aku belum bisa lega pas demonstrasi selesai, karena harus ada praktikum setelahnya. Di praktikum ini, ada salah satu praktikum yang bikin bingung peserta. Mungkin sebelumnya mereka belum tahu. Aku jadi mikir, apa belum rata dalam segi bobot nya atau gimana, aku takut kalau disalahin juri. Pikirku karena aku koornya, aku harus siap-siap dapet protes. Tapi  untungnya, pas evaluasi juri enggak banyak mengoreksi di bagian praktikum. Mungkin di demonstrasi ada evaluasi tapi juri hanya memberikan saran bahan agar demonstrasi dapat berhasil. Sedikit lega.

Pas final, yakni LCC. Lomba cerdas cermat yang terdiri dari babak wajib, lemparan dan rebutan. Setelah praktikum, demosntrasi dan presentasi dengan dosen, peserta dipilih menjadi 3 besar untuk ikut final. Di final ini, aku bertugas membacakan soal. Lumayan grogi karena dilihat sama semua orang. Dan untungnya semua berjalan baik-baik saja. Aku merasa kurangku disini adaah kurangnya koordinasi antara aku dan anak-anakku pas babak 10 besar ini. tapi aku bangga karena mereka dapat paham dengan cepat dan kerja nya bagus.

Aku berharap kamu juga bangga sama aku seperti aku bangga sama anak-anakku. Sejujurnya aku pengen kamu kasih aku semangat, kasih aku perhatian, kasih aku kata-kata kalau kamu bangga sama aku. Aku pengen lihat reaksimu dengan apa yang lakukan sekarang. Adekmu yang pengen bikin kamu bangga. Aku pengen kamu tunjukin ke aku tapi aku hanya bisa berharap. Entah yang kuinginkan itu akan terwujud atau tidak. Aku serahkan semua pada Allah.

Dua minggu kemudian, masih ada satu proker lagi yakni Supermasi. Supermasi itu acara yang diadakan untuk mahasiswa pendidikan ipa semester 6 untuk membantu mereka dalam penulisan dan pelaksanaan skripsi. Aku tau kamu enggak bisa hadir waktu itu tapi aku tetap berusaha mengemban amanahku dengan baik. Disitu aku jadi konsumsi. Alhamdulillah, tidak terlalu berat karena ternyata dana disokong sama jurusan. Ketika acara berlangsung aku mencoba memposisikan diriku menjadi dirimu. Aku meresapi apa yang kalian para mahasiswa semester 6 hadapi dan persiapkan untuk skripsi. Kadang aku mencatat apa yang pembicara katakan. Berharap aku bisa kasih catatan itu ke kamu tapi aku enggak berhasil mencatat dari awal. Di supermasi ini, aku mencoba lakukan yang terbaik.

Setelah supermasi, aku mempersiapkan diri untuk STC. STC itu kompetisi mengajar untuk mahasiswa yang udah dapet makul microteaching dengan materi ipa smp. Lagi-lagi kamu enggak ikut, tapi aku selalu mendoakanmu karena waktu itu kamu lagi toefl kan? Selama seminggu aku menyeleksi rpp yang terdaftar dengan dibantu temen-temen penalaran, terus tetap menjaga komunikasi dengan juri, dan mengkonsultasikan lembar penilaian. Waktu hari H, aku dapet banyak pengalaman melihat temen-temenmu mengajar di kelas yang panitia sediakan. Aku menyimpan LKPD dari mereka, itung-itung buat aset kalau nanti bikin LKPD dengan materi yang sama, hehe.

Semua acara yang aku ikuti semua itu adalah ladang pahala buatku dan temen-temen. Lagipula, kita juga sudah sepakat untuk teus bermanfaat bagi orang lain diumur yang menuju dewasa ini. aku menuruti kemauanmu yang juga aku sanggupi. Aku berusaha memberikan kontribusiku untuk jurusan ini. aku pun siap untuk menjalani kepanitiaan di acara lain, memberikan kebermanfaatan yang lain bersama teman-teman baru serta pengalaman baru.

Saat ini, aku telah selesai wawancara untuk ikut di kepanitiaan ospek fakultas. Aku berdoa semoga aku bisa lolos dan menjadi bagian dari ospek FMIPA tahun ini. aku pun ingin kamu tahu. Tapi aku ikut kepanitiaan ini bukan untuk menunjukkan padamu. Aku ingin memperluas koneksi lagi, aku mencoba keluar dari zona nyaman. Dari dulu kamu tahu kan aku hanya berkecimpung di kepanitiaan jurusan. Dan kali ini aku mencoba untuk mencari pengalaman di tingkat fakultas. Semoga kamu juga mendoakanku ya. Aku pengen banget liat kamu menatap aku penuh bangga. Semoga adekmu ini bisa jadi salah satu bagian dari kepanitiaan ospek fakultas. Amin.

Hampir aku lupa, aku juga masuk di kepanitiaan dies natalis jurusan sebagai operasional dan perlengkapan. Semoga acara ini juga berjalan dengan lancar. Amin.

Tahun ini, bidang penalaran juga mengadakan program kerja SEE IX. SEE itu Science Education Expo yang ke IX. Agendanya yakni LKTI dan SEMNAS. Di acara ini aku jadi koor PDD. Bukan aku yang minta tapi sie ini sama kayak kamu dulu kan? Kamu dulu di SEE juga PDD kan? Aku jadi seneng banget karena selain pengen bikin kamu bangga, aku juga pengen bisa kayak kamu. Pengen bisa bikin desain-desain yang bagus buat pamflet, bisa motret-motret bagus kayak yang kamu lakukan, pengen bisa edit-edit video. Meskipun enggak sebagus seperti yang kamu lakukan tapi aku mau belajar. Ternyata gini ya rasanya jadi adek yang terobsesi sama kakaknya. Yang sedikit-sedikit pengen sama kayak kakaknya. Enggak hanya kali ini aku pengen kayak kamu. Gaya pakaianku yang seringkali pake jaket hima juga karena tiru-tiru kamu, maaf yaa hehee. Aku harap kamu enggak marah.

Untuk desain perdana aku yakni ada di pamflet oprec panitia SEE IX. Desainnya kayak di bawah ini. Menurutmu gimana? Masih pemula banget ya?

pamflet oprec 7 compresan.jpg

Mungkin itu dulu yang bisa aku ceritain. Untuk lebih lanjutnya aku pengen cerita langsung ke kamu tapi aku harap kamu jangan benci lama-lama sama aku. Aku hanya pengen deket-deket sama kakakku yaitu kamu. Aku akan terus anggep kamu kakakku.

Doain aku yaa biar bisa masuk ke kepanitiaan ospek fakultas. Aku juga doain kamu biar KKN nya lancar. Aku sempet dikasih tau temen sih dimana kamu kkn. Tapi enggak afdol kalau kamu enggak cerita langsung. Haduh rasanya pengen ketemu pengen cerita banyak. Mungkin enggak ya? Kamu mau enggak ya nyempetin ketemu dan saling cerita???? Semoga bisa dan mungkin. Aminnnn.

Ya Rabb

Ya Allah, maafkan hamba yang telah mengijinkan air mata ini mengalir

Maafkan hamba yang telah merubuhkan benteng pertahanan hati

Maafkan hamba yang tidak berhasil menguatkan diri

Hari ini, untuk yang ke sekian kali, hati ini menangis. Hal itu datang dan membuat aku bersedih. Padahal, aku merasa baik-baik saja sebelumnya. Tapi, perasaan ini tidak bisa berbohong. Membuat aku mengeluarkan air mata kesedihanku. Aku merasa tak berniat untuk memulai tapi mengapa ujungnya aku yang merugi. Terakhir kali aku menangis dengan alasan yang sama dan saat ini aku kembali dibuat menangis dengan alasan yang sama.

Ya Allah, bolehkah aku berputus asa untuk terus berniat memberi kesan baik? Yang aku pun tak tahu apakah usahaku ini berhasil jika pada akhirnya aku terus bersedih. Aku merasa tak berniat untuk memulai, aku bahkan menuruti keinginannya. Tapi apakah usaha yang telah aku lakukan ini dihargai? Entah mengapa justru aku yang kembali bersedih.

Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Telah ku serahkan jiwa raga ini padaMu. Telah ku serakan urusan dunia ini padaMu. Telah ku pasrahkan semua yang akan terjadi padaku karena aku yakin skenarioMu lebih indah bahkan lebih indah dari apa aku bayangkan. Tapi, apa memang aku harus mengalami ini terlebih dahulu? Tangis, kesedihan, dan luka yang kembali membuka.

Aku mengusahakan untuk memberi kesan baik terhadap seseorang namun apakah suatu saat ada seseorang di luar sana yang akan melakukan hal yang sama padaku? Hanya karena seseorang itu peduli padaku? Adakah disana seseorang yang mau memperjuangkanku seperti aku yang saat ini sedang memperjuangkan kebaikan bagi seseorang? Adakah laki-laki sholeh di luar sana yang bisa memperlakukanku lebih baik?

Ya Allah, bagaimana aku bisa mendapatkan jawaban atas ribuan pertanyaan dalam benakku? Siapa yang menjadi perantaraMu untuk bisa menyadarkanku bahwa ketetapanMu adalah yang paling baik. Jika Engkau sendiri yang akan memberikan petunjuk, tolong perlihatkan padaku. Sadarkan hambaMu ini ya Allah. Kuatkanlah hatiku kembali, jangan biarkan aku hancur dalam sekejap hanya karena perlakuan seseorang. Rekatkanlah luka dalam hati ini agar kembali tertutup meski tak lagi sempurna. Ijinkan aku berdiri dengan kedua kakiku sendiri, bantu aku untuk membangun kembali benteng pertahanan hati dengan puing-puing yang tersisa.

Hanya kepadaMu, hamba memanjatkan doa dan meminta. Engkau tempatku berteduh saat tak ada lagi pohon untuk melindungiku dari panas matahari. Engkau tempatku mengadu saat tak ada telinga yang mau mendengar keluhanku. Engkau satu-satunya tempatku bersandar. Hanya Engkau satu-satunya Rabb ku. Subhanallah wa bihamdih, subhanallahil adzim…

 

TERULANG

Semester ini bisa dibilang semester yang beda dari biasanya. Bukan masalah perkuliahannya tapi masalah lain. Semester ini aku sama dia sering berantem. Udah minggu ke 7 kuliah, dan setiap minggunya ada aja bahan buat berantem. Aku merasa takjub sama perubahan ini, padahal masa setahun yag lalu gak pernah kejadian berantem yang jaraknya deket-deketan kayak sekarang.

Aku menyadari satu hal, aku yang berubah. aku memang gak seperti dulu yang bisa menerima dan memahami keadaan dia. Aku merasa semakin jauh hubungan ini berjalan aku jadi semakin menuntut. Menuntut dalam arti masih dalam hal yang wajar. Seperti saat dia terlalu sibuk ngerjain tugasnya sampai-sampai gak ada waktu lagi buat aku, makanya aku minta paling enggak aku minta beberapa menit setiap hari buat nemuin aku dulu. Wajar kan? Semester ini aku sama dia emang susah banget ketemunya. Ketemu enggak langsung aja udah jarang, kita sama sama mengandalkan takdir yang kuasa. Alhamdulillah masalah itu insyaallah udah selesai. Dia menyanggupi keinginanku walau kadang akunya gak bisa memenuhi keinginan untuk bertemu tapi setidaknya aku seneng dia mau ngajakin ketemu, dengan begitu kan aku percaya kalau dia masih pengen ketemu aku, masih pengen liat aku, daripada kayak dulu seakan akan aku dibiarkan jalan sendiri, dia terlalu asik dengan kerjaannya dan aku cuma didiemin padahal dalam hati aku kecewa, aku gak ngerti apa-apa, dia belum cerita sampai sekarang apa yang bakal dia lakuin. Yasudah.

Saat ini aku merasa bingung dengan apa yang telah aku lakukan. Aku terlihat bodoh. Aku bingung, aku gak ngerti. Aku menyadari kesalahanku, aku gakmau seperti ini. aku justru mengulang kebiasaan burukku dulu seperti saat bersama yang dulu. Meskipun yang dulu gak seperti dia. Aku sangat bodoh bisa begitu iri dengan orang lain. Kenapa aku malah enggak pede dengan apa yang aku punya? Padahal dulu aku merasa biasa aja. Aku kehilangan rasa cuek ku terhadap kelebihan perempuan itu. Mungkin ini karena dia gak puas sama apa yang udah ditakdirkan untukku. Meskipun dia cuma bercanda, tapi entah kenapa perkataannya sungguh menyakitkan. Seakan dia enggak bersyukur dengan apa yang aku miliki. Aku tahu dia udah minta maaf tapi sampai saat ini aku masih gak percaya kalau aku cantik dimatanya.

Astaghfirullah, maafkan aku ya Allah..

Aku enggak akan membantah lagi. Aku menyadari kesalahanku. Perubahan diriku memang sudah keterlaluan. Aku sungguh sepeti anak kecil. Padahal dulu aku berniat agar aku enggak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang telah mantan keduanys lakukan. Tapi bodohnya aku yang terlalu dibawa emosi.

Dia benar. Dia telah berusaha sungguh-sungguh demi masa depan tapi aku justru hanya mengungkit-ungkit yang telah berlalu. Aku sadar hal itu membuatku langsung diam dan merasa sangat bersalah. Mungkin aku beruntung dia hanya meminta waktu sendiri, bukan meminta ini semua berakhir. Aku dengan semua akal sehatku yang telah kembali, hanya meminta maaf dan menerima segala keinginannya dengan ikhlas. Aku sadar dan dengan semua rasa bersalah ini dan sikapku yang akhirnya mengakui, itu semua bukti bahwa aku juga tak ingin egois dan hanya ingin hubungan ini utuh kembali. Aku enggak tahu akan dibawa kemana setelah ini, tapi aku hanya meyakini hatiku dan pemilik hati ini yang sesungguhnya, meski aku belum siap dengan hal buruk.

Jujur saja, berat memang menjalani hari seperti biasa jika ada yang hilang. Aku memang belum siap untuk kehilangan dia tapi bila memang aku telah berbuat salah terlalu banyak, aku ikhlas menerima. Aku minta maaf. Aku berharap masalah ini segera selesai, dan aku akan introspeksi diri, berusaha kembali ke aku yang udah berubah, aku yang dulu bisa menahan keinginan. Aku tahu butuh sesuatu yang kuat agar aku tidak bersikap buruk lagi, aku hanya tidak ingin kehilangan siapapun lagi.

First Time

Kemarin senin aku sama dyah akhirnya berkunjung ke rumah masku. Hal yang udah semenjak ospek 2016 direncanakan tapi gak kejadian dan akhirnya di minggu tenang semester 3 ini aku merealisasikan rencana tersebut.

Perjalanan dari rumah sampai sana memakan waktu tepat satu jam. Maklum bila aku sering kangen, melihat jarak Jogja-Pengasih begitu jauh. Berangkat jam 9.48 sampai gerbang deket rumahnya masku jam 10.48. itupun sambil mampir beli masker sama bensin dan enggak yakin sama jalan yang dilewatin. Jadi kalau bisa ngebut mungkin kurang dari 1 jam. Dulu aku pernah ke waduk sermo sama temen-temen SMA dan arah jalurnya sama kayak rumahnya masku. Aku pun nginget-nginget lagi jalan yang dulu aku lewatin. Hampir setahun yang lalu soalnya jadi harus ngerecall memori, hihi bahasanya psikologi bgt. Walaupun pada akhirnya pakai bantuan google map menuju RSUD Wates dan dilewatin jalan desa bukan jalan “kota”nya hehee. Dulu kan lewatnya UNY Wates terus alun-alun wates terus ketemu RSUD Wates tapi kemarin lewat rumah-rumah warga gitu. Padahal aku enggak tahu pasti jalannya tapi feeling aku bilang lurus pasti ketemu “kotanya” soalnya jalannya turun bukan nanjak. Untungnya pas ketemu pertigaan ada plang tulisan kalau lurus RSUD Wates kalau ke kanan ke arah waduk sermo. Alhamdulillah waktu pertigaan itu aku inget dulu pernah lewat situ akhirnya aku belok ke kanan terus naik dan ketemu gerbang yang ada motif batik-batiknya. Aku pun ngabari masku kalau udah sampai. Alhamdulillah enggak pakai nyasar hehe.

Beberapa menit kemudian masku datang, terus kita dianter ke rumahnya. Sampai sana ketemu sama bapak ibuknya masku. Mereka menerimaku dengan hangat. Ibuknya masku cantik, meskipun umur sudah tidak muda tapi terlihat masih muda, hihi. Bapaknya masku kurus kayak masku. Beliau lucu dan menyapa kami dengan keramahannya. Aku sama dyah duduk diruang tamu. Tumin, kucingnya masku tiba-tiba menghampiri kami dan bergelayut manja dikakiku dan dyah. Kucing itu lucu dan nurut banget. Kasihan habis melahirkan tapi anak-anaknya tidak tertolong karena dibawa kabur kucing lain. Si Tumin kelihatan sedih dan kesepian. Pengen disayang terus kayaknya hehe.

Aku pun ngobrol sama masku dan dyah tapi sayangnya enggak banyak ngobrol sama bapak ibuk. Mungkin karena aku yang tidak pandai berbahasa jawa yang baik. Habis itu aku sama dyah sholat jamaah sama masku sama ibuk. Cieee sholat jamaah sama calon ibu mertua hihi. setelah sholat kami ditawarin makan sama ibuknya masku. Beliau menghidangkan sayur sop, telur goreng sama ayam rica-rica. Masakannya ibuknya masku enak banget kayak masakan ibuk dirumah. Berasa banget kekeluargaannya bisa makan bareng bertiga. Pengennya makan bareng sama bapak ibu tapi beliau baru puasa. Setelah habis kita bertiga ngobrol-ngobrol lagi yang topik pembicaraannya gak jauh-jauh dari kucing. Setelah itu kita memutuskan langsung cus pergi ke hutan mangrove seperti rencana semula. Berat hati, aku sama dyah pamit sama bapak ibuknya masku. Kita dibawain banyak makanan buat di pantai. Bapak sama ibu kelihatan perhatian banget. Sampai diluar pun bapak sama ibuk masih nungguin aku sama dyah di dekat pintu. Sungguh pengalaman yang berkesan bisa kerumah masku hari itu. Suasananya sejuk campur panas karena emang siang itu hawanya panas banget tapi waktu didalem rumah malah bikin ngantuk. Aku yang mengecap diriku sendiri sebagai “anak kota” langsung berdecak kagum melihat pemandangan dan halaman rumah masku. Sebuah dusun di salah satu bagian kaki pegunungan Menoreh.

Setelah itu aku, dyah sama masku langsung ke hutan mangrove. Jaraknya lumayan jauh. Butuh waktu sekitar 30 menit dari rumahnya masku. Tapi langsung kebayar ketika melihat air laut. Hihihii. Hutan mangrove nya juga bagus, kita banyak foto-foto disana. Dan aku juga foto banyak sama masku hihihii. Hasilnya bagus-bagus tapi enggak bisa di ekspos dulu. Hiks. Aku seneng banget bisa liburan sama mereka, buat pertama kali ke pantai dan pergi ke tempat wisata sama masku yang ganteng. Butuh kesabaran untuk mewujudkannya karena harus nunggu ada kesempatan dan setelah setengah tahun baru bisa jadi kenyataan. Semoga akan ada liburan bareng masku lagi, yang sederhana juga gakpapa asal bareng masku :3 perjalanan pulang terasa cepat. Aku memprediksikan sholat maghrib di jalan ternyata bisa sholat maghrib dirumah.

Semoga aku juga bisa kerumah masku lagi. Amiinn. Semoga aku bisa memberi kesan yang baik buat bapak sama ibuknya masku. Amiiinn.

dsc_0045

Tentang Rasa

Suatu hari aku kembali melihat masa lalu seseorang melalui media sosial. Bukan untuk mengungkit lagi kejadian yang telah berlalu, aku hanya ingin menyelidiki perilaku seseorang di masa itu dengan orang lain sebelum aku hadir dikehidupannya. Memang terlihat seperti melakukan hal yang tak bermanfaat. Orang itu berbeda 180° denganku. Yang terlihat dari apa yg aku simpulkan, dia orang yang aktif di facebook, terbuka, mungkin ceria, semangat kerjanya bagus, dia pun gak malu memperlihatkan dan mengumbar kemesraan dengan pacarnya. Mungkin dia juga orang yang peduli dengan sesama. Aku lalu berkaca pada diriku sendiri. Selama ini apa yang telah aku beri dan telah aku dapat. Aku bukan tipe perempuan yang dengan mudah bisa memanggil ‘sayang’ di depan umum, membuat status dengan menunjukan langsung kepada pacar sendiri atau mengumbar kemesraan dengan mengunggah foto ataupun menulis status tentang orang yang disukai. Sebenarnya, kadang aku merasa ingin melakukannya tapi ada hal lain yang aku jaga. Ada sedikit rasa iri karena dulu perempuan itu pernah merasakan hal indah yang tidak aku dapatkan sekarang. Dia bisa menceritakan pada dunia bahwa laki-laki itu dulu miliknya. Dia bisa mengenalkan pada semua orang bahwa dulu dialah perempuan yang dicintai oleh pacarnya. Dia pun bisa membanggakan pacarnya di hadapan teman-temannya dan begitu pula laki-laki itu.

Sedangkan aku. Aku ingin menunjukkan pada semuanya bahwa kamu milikku, aku ingin memperlihatkan pada dunia betapa aku senang punya seseorang seperti kamu, bahwa aku pun juga ingin dianggap menjadi seorang yang sangat berharga dihidupmu. Namun aku terganjal pandangan orang-orang disekitar. Aku dan kamu menimba ilmu ditempat yang sama, membuat hubungan ini kemudian cepat menyebar. Awalnya ku kira hubungan ini tak berimbas apapun tapi ternyata hubungan ini membuat salah satu keinginanku hilang. Kecewa pasti. Tapi kenyataan ku dapat setelah hampir satu tahun kepengurusan berlangsung. Rasanya tak adil hanya melihat kenyataan dari apa yang terlihat dan isu-isu yang tersebar. Aku selalu bingung untuk menyalahkan siapa, untuk melimpahkan pada siapa. Meskpun begitu aku tetap saja menjaga pencitraanku, aku berusaha menutup-nutui bahwa aku dan kamu tak punya hubungan apa-apa. Rasanya seperti menelan ludah sendiri. Berat ketika aku harus berbohong hanya untuk menjaga kenyataan dari orang-orang yang memperlakukanku tidak adil. Aku ingin semua orang tahu. Dan kamu yang memberi tahu, tapi sepertinya gak mungkin. Kamu pun sepertinya juga menyembunyikan aku dari semua orang yang kamu kenal. Entah karena malu atau kamu enggak mau orang lain tahu kamu punya hubungan dengan perempuan seperti aku.

Aku memang bukan perempuan seperti dia, aku hanya perempuan yang cuek, gak pernah over memperhatikanmu, aku gak pernah ngeekspos kamu di media sosial, aku hanya perempuan tukang ngambek, pokoknya aku hanya perempuan yang cueknya level langit tingkat 7. Akui saja aku memang seperti itu.

Di sisi lain, ketika aku menjalani hubungan ini. aku merasa sangat berat ketika harus melewati masa-masa seperti ini. masa dimana hubungan ini belum bisa dipertemukan, bahkan komunikasi pun terhambat. Benar-benar harus belajar sabar mengingat tidak ada yang bisa diusahakan. Kamu hanya menunggu waktu bukan membuat waktu. Aku tak pernah mengungkapkan kekesalanku padamu karena aku ingat bahwa kita sedang sama-sama belajar, baik formal maupun belajar memahami arti dari hubungan yang dewasa. Andaikan kamu tahu bahwa sudah banyak kekecewaan yang aku pendam namun tak ingin aku besarkan. Lagipula aku sudah bukan lagi remaja centil yang minta dimanja tiap hari. yang harus dikabari kapanpun, dimanapun, sedang bersama siapa dan kapan pulang.

Meskipun hubungan ini terlihat baik-baik saja namun sebenarnya di dalam hatiku merasa sepi. Aku tidak menginginkan hal yang muluk-muluk, aku hanya ingin satu hal. Aku ingin ada kalimat yang menunjukkan kamu masih ingin aku bertahan di kesulitan ini. membuat aku tidak ingin mencari lagi meskipun kamu belum bisa memberikan apa yang aku inginkan. Aku hanya ingin setiap hari kamu menyatakan rasa sayangnya padaku, entah hanya di whatsapp sekalipun bagiku sudah sangat membuat aku bahagia. Hanya satu kalimat, kalo kamu sayang aku.